Selasa, Februari 02, 2010

TANAMAN BAMBU (Manfaatnya Terhadap Lingkungan)


1. Pengertian Bambu
Bambu adalah tanaman rakyat dimana untuk mendapatkannya cukup mudah. Menurut Frick (2004), bambu adalah bahan ramuan yang penting sebagai pengganti kayu biasa bagi penduduk desa. Sedangkaan menurut Elizabeth dalam Primack (1998), bambu adalah hasil hutan bukan kayu yang belum sepenuhnya dimaanfaatkan tetapi memiliki potensi pemanfaatan yang sangat besar misalnya sebagai bahan bangunan.

Di dunia terdapat lebih dari 1.250 jenis bambu yang berasal dari 75 marga. Dari jumlah tersebut di Indonesia terdapat 39 jenis bambu yang berasal dari 8 marga. Bambu tumbuh di daerah tropis, sub tropis dan beriklim sedang kecuali di Eropa dan Asia Barat, dari dataran rendah sampai pada ketinggian 4.000 m dpl. Tempat tumbuhnya pada tanah aluvial dengan tekstur tanah berpasir sampai berlampung, berdrainase baik, beriklim A/B (tipe FS) dengan ketinggian optimal 0-500 m dpl.(www.wikipedia.org).

3. Jenis-jenis bambu
Dari 1.250 jenis bambu di dunia yang pernah diidentifikasikan, ada 4 jenis bambu yang dikenal oleh masyarakat yaitu bambu tali/apus, bambu wulung/hitam, bambu petung, dan bambu duri/ori. Oleh sebab itu dalam pembuatan konstruksi bangunan bambu perlu diperhatikan perbedaan sifat dan kegunaaannya.
a. Bambu apus memiliki sifat yang sangat liat karena berdiameter kecil 40-80 mm dengan jarak ruas sampai 65 cm sehingga paling banyak dipilih untuk bahan konstruksi secara umum.
b. Bambu petung memiliki diameter 80-130 mm dengan panjang batang 10-20 meter. Bambu ini cukup tebal dindingnya namun tidak begitu liat sehingga lebih cocok untuk tiang dan palang bangunan.
c. Bambu wulung/hitam memiliki diameter 40-100 mm dengan panjang ruas sampai 65 cm. Karena sifatnya yang tidak liat, bambu ini juga lebih cocok untuk tiang dan palang bangunan. Warnanya yang hitam dengan garis kuning menjadikannya sebagai pilihan yang menarik secara estitika.
d. Bambu duri/ori memiliki diameter 75-100 mm dengan panjang 9-18 m. Bambu ini kuat dan besar (McClure, F.A., 2003).

4. Karakteristik Bambu
Bambu tergolong keluarga Gramineae (rumput-rumputan) disebut juga Hiant Grass (rumput raksasa), berumpun dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh secara bertahap, dari mulai rebung, batang muda dan sudah dewasa pada umur 4-5 tahun.
Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas berongga kadang-kadang masif, berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang.
Akar bambu terdiri dari rimpang (rhizon) berbuku dan beruas, pada buku akan ditumbuhi oleh serabut dan tunas yang dapat tumbuh menjadi batang.

5. Fungsi dan Manfaat Bambu
Kegunaan dan manfaat bambu bervariasi mulai dari perabotan rumah, perabotan dapur dan kerajinan, bahan bangunan serta peralatan lainnya dari yang sederhana sampai dengan industri bambu lapis, laminasi bambu, maupun industri kertas yang sudah modern. Dari sekilas gambaran manfaat tersebut menyiratkan suatu harapan, bahwa kebutuhan terhadap bambu akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan masyarakat.

6. Kegunaan Bambu Sebagai Bahan Bangunan
Bambu merupakan bahan bangunan yang murah dan mudah diperoleh di Indonesia, namun kurang dimanfaatkan dalam pekerjaan konstruksi. Dibandingkan bahan bangunan lainnya seperti beton, alumunium dan baja, bambu merupakan bahan yang berkelanjutan karena memenuhi kriteria ekonomis (dapat dibeli dengan harga terjangkau), ekologis (bersifat ramah lingkungan) dan efesiensi teknis (cepat dan relatif mudah dalam pengerjaannya).
Ditinjau dari beberapa prinsip bangunan tahan gempa yaitu berstruktur ringan, dibuat dari satu jenis bahan bangunan (monolit), dan memiliki kejelasan jalur gaya vertikal dan horisontal maka penggunaan bahan bangunan bambu dapat memenuhi syarat tersebut. Sifat elastis dan berat bahan cukup ringan dapat menjamin kestabilan struktur bambu pada saat terjadi gempa (Ridwanti, 2002).
Kecuali untuk pondasi, bahan bambu dapat digunakan sebagai elemen bangunan lainnya seperti rangka dinding, rangka atap, plafond, plat lantai, jendela dan pintu.

Baca Selengkapnya......

Baja Ringan

Baja ringan adalah baja canai dingin yang keras yang diproses kembali komposisi atom dan molekulnya, sehingga menjadi baja yang lebih fleksibel. Saat ini baja ringan menjadi material bangunan yang sedang trend, rangka atap baja ringan lebih dominan terkenal dibanding material baja ringan untuk struktur lainnya. Hal ini karena gencarnya iklan-iklan yang menawarkan produk rangka atap baja ringan menggantikan rangka atap dari material kayu. Mengingat kayu semakin hari semakin langka juga karena harga kayu yang relatif mahal, maka pemilihan material rangka atap baja ringan menjadi satu pilihan para kontraktor atau owner dalam membangun rumah. Selain karena faktor keawetan dan tahan rayap dan karat, rangka atap baja ringan mempunyai kelebihan yaitu kekuatan struktur yang lebih bagus, seperti lebih kuat, lebih kaku dibanding konstruksi kayu.

Disamping itu kemudahan dalam mendapatkan, kecepatan pemasangan, dan struktur yang kuat membuat rangka atap baja ringan terkenal. Teknologi dalam perencanaan dan pemasangan rangka atap baja ringan beragam sesuai dengan profil dari elemen kuda-kuda itu sendiri. Profil kuda-kuda rangka atap baja ringan yang beredar di pasaran terdiri dari C, Z, hollow dan UK atau profil Omega atau HAT. Tiap profil memiliki kelebihan-kelebihan serta perbedaan prinsip dalam dalam pemasangannya.

Elemen dasar Baja Ringan

Bahan dasar baja ringan adalah Carbon Steel, Carbon Steel adalah baja yang terdiri dari elemen-elemen yang prosentase maksimum selain bajanya sebagai berikut: 1.70% Carbon, 1.65% Manganese, 0.60% Silicon, 0.60% Copper. Carbon adalah unsur kimia dengan nomor atom 6, tingkat oksidasi 4.2 dan Mangan adalah unsur kimia dengan nomor atom 25, tingkat oksidasi 7.6423. Carbon dan Manganese adalah bahan pokok untuk meninggikan tegangan (strength) dari baja murni. Penambahan prosentase Carbon akan mempertinggi Yield Stress tetapi akan mengurangi daktilitas.

Rangka atap baja ringan yang diproduksi di Indonesia menggunakan bahan dasar baja dengan kekuatan G-550 Mpa atau setara dengan 5500 Megapascal sesuai standar AISI (American Iron and Steell Institute). Adapun coating (pelapis/pelindung) baja ringan dari karat yang beredar adalah zinc/galvanis, zincalume, dan zincalume dengan penambahan magnesium. Lapisan coating ini melindungi bahan dasar baja ringan dari karat.

Baja Ringan Ramah Lingkungan

Baja ringan diklaim memiliki sifat yang ramah lingkungan, karena menggunakan material yang bisa mengurangi pembalakan liar (illegal logging). Tidak jarang juga kita menemui brosur rangka atap baja ringan dengan kode ekolabel atau ramah lingkungan, label yang menjelaskan produk yang dijual adalah ramah terhadap lingkungan. Namun apakah benar ramah lingkungan? Untuk mengetahui hal itu, baiknya kita ketahui produk yang berlabel ramah lingkungan atau ekolabel.

Dalam situs Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia (www.menlh.go.id) dilansir bahwa Ekolabel merupakan salah satu sarana penyampaian informasi yang akurat,‘verifiable’ dan tidak menyesatkan kepada konsumen mengenai aspek lingkungan dari suatu produk (barang atau jasa), komponen atau kemasannya. Pemberian informasi tersebut pada umumnya bertujuan untuk mendorong permintaan dan penawaran produk ramah lingkungan di pasar yang juga mendorong perbaikan lingkungan secara berkelanjutan.

Ekolabel dapat berupa simbol, label atau pernyataan yang diterakan pada produk atau kemasan produk, atau pada informasi produk, buletin teknis, iklan, publikasi, pemasaran, media internet. Selain itu, informasi yang disampaikan dapat pula lebih lengkap dan mengandung informasi kuantitatif untuk aspek lingkungan tertentu yang terkait dengan produk tersebut. Ekolabel dapat dibuat oleh produsen, importir, distributor, pengusaha ‘retail’ atau pihak manapun yang mungkin memperoleh manfaat dari hal tersebut.

Tujuan dan Manfaat Ekolabel

Ekolabel dapat dimanfaatkan untuk mendorong konsumen agar memilih produk-produk yang memberikan dampak lingkungan yang lebih kecil dibandingkan produk lain yang sejenis. Penerapan ekolabel oleh para pelaku usaha dapat mendorong inovasi industri yang berwawasan lingkungan. Selain itu, ekolabel dapat memberikan citra yang positif bagi ‘brand‘ produk maupun perusahaan yang memproduksi dan/atau mengedarkannya di pasar, yang sekaligus menjadi investasi bagi peningkatan daya saing di pasar.

Bagi konsumen, manfaat dari penerapan ekolabel adalah konsumen dapat memperoleh informasi mengenai dampak lingkungan dari produk yang akan dibeli/digunakannya. Karena kepentingan tersebut, konsumen juga memiliki kesempatan untuk berperan serta dalam penerapan ekolabel dengan memberikan masukan dalam pemilihan kategori produk dan kriteria ekolabel. Penyediaan ekolabel bagi konsumen juga akan meningkatkan kepedulian dan kesadaran konsumen bahwa pengambilan keputusan dalam pemilihan produk tidak perlu hanya ditentukan oleh harga dan mutu saja, namun juga oleh faktor pertimbangan lingkungan.

Prinsip - Prinsip Ekolabel

Produk yang diberi ekolabel selayaknya adalah produk yang dalam daur hidupnya mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pendistribusian, penggunaan, dan pembuangan setelah penggunaan, memberi dampak lingkungan relatif lebih kecil dibandingkan produk lain yang sejenis. Ekolabel akan memberikan informasi kepada konsumen mengenai dampak lingkungan yang ada dalam suatu produk tertentu yang membedakannya dengan produk lain yang sejenis.

Ukuran keberhasilan ekolabel dapat dilihat dari adanya perbaikan kualitas lingkungan yang dapat dikaitkan langsung dengan produksi maupun produk yang telah mendapat ekolabel. Selain itu, tingkat peran serta dari kalangan pelaku usaha dalam menerapkan ekolabel juga menjadi indikator penting keberhasilan ekolabel.

Selain melihat bahan baku, sejumlah akolabel yang diberlakukan suatu negara (buyers) juga memerhatikan proses pembuatan serta kemampuan produk tersebut didaur ulang. Setiap ekolabel itu ada kriteria masing-masing. Bahkan, jenis bahan bakar apa yang digunakan serta proses limbahnya diolah seperti apa juga menjadi pertimbangan buyer membeli sebuah produk.

Penutup

Pemikiran tentang ramah lingkungan, ataupun recyclibility dalam penggunaan material baja ringan harus dipertegas kembali. Hendaknya setiap produsen dapat menjelaskan kepada konsumen tentang konsep tersebut, apakah karena material yang tidak akan menyisakan sampah? Atau bahan-bahan sisa yang bisa di recycle menjadi bahan lain yang berguna?

Walaupun demikian Jika di telusuri lebih jauh, secara umum baja ringan mungkin saja bisa mengurangi pembalakan liar karena bisa meminimalisir bahkan cenderung menghilangkan penggunaan material kayu dalam konstruksinya. Tapi sesuai dengan prinsip ekolabel bahwa produk yang diberi ekolabel selayaknya adalah produk yang dalam daur hidupnya mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pendistribusian, penggunaan, dan pembuangan setelah penggunaan, memberi dampak lingkungan relatif lebih kecil dibandingkan produk lain yang sejenis. Mudah-mudahan saja baja ringan menjadi alternatif penggunaan material bangunan masa depan yang lebih bisa diterima lingkungan karena daur hidupnya yang memberikan dampak yang kecil.

Baca Selengkapnya......

Sabtu, Januari 16, 2010

Cerobong Raksasa (Ide Kreatif Untuk Menyelamatkan Bumi)



adalah konsep yang dicetuskan oleh Michael Pesochinsky untuk mengatasi berbagai permasalahan pelik saat ini, misalnya pemanasan bola dunia (globe ball WARMING), energi listrik, dan sebagainya.


globe ball burning

konsep yang diajukan sangat sederhana. yaitu, cukup membikin cerobong raksasa (super chimney) berukuran tinggi 5km (kilometer!) dan diameter 2km (kilometer!) ampun gedhe amplop gan, maka semua permasalahan pelik tersebut akan teratasi.

cara kerjanya berdasarkan prinsip berikut:
  1. udara panas lebih ringan daripada udara dingin. Contohnya balon udara panas yang bisa terbang ke atas dengan menggunakan prinsip ini

    balon udara adalah mainan anak-anak
  2. semakin naik ke atas, suhu udara semakin dingin
  3. pertukaran panas di bumi adalah secara konveksi. udara panas naik, digantikan oleh udra dingin. dan seterusnya. mirip merebus air di panci. air bergolak2 karena panas. (lebih enak kalo di dalam panci tersebut ada mie instant & telur ayamnya)


Aliran air panas gan

nah, karena selama ini proses konveksi udara panas itu terjadi acak di atmosfer, dengan adanya cerobong raksasa ini, maka proses konveksi tsb bisa dikumpulkan terpusat jadi satu, yaitu melalui cerobong super tadi


Panah yang merah, dibangun cerobong

menurut klaim perhitungan oleh pencetusnya, 1 buah cerobong raksasa (tinggi 5km, diameter 2km), akan menghasilkan benefit sebagai berikut:

1. memproduksi listrik sebesar 327.786 MW (wuih). hampir 10x lipat jumlah pembangkit yang dimiliki indonesia. jadi 1 cerobong bisa menghidupi listrik sebanyak 10 negara sebesar indonesia. Listrik bisa murah amplop nih gan


tiang listrik

2. mengurangi CO2 di atmosfer sebanyak 1.478.354 ton per tahun (ck ck). Sebab CO2 di atmosfer akan jatuh bersama hujan yang timbul akibat aliran udara panas di dalam cerobong super


Sumber CO2

3. menghasilkan embun & air hujan sebanyak 929.231 kg / detik.

4. mengubah 300 Mil persegi gurun / tanah gersang menjadi area pertanian yang subur. Yaitu di daerah sekitar cerobong super


5. dengan 10 buah cerobong raksasa, pemanasan global akan turun. sebab sebagian besar panas atmosfer diradiasikan ke luar angkasa

proses pembuatan struktur bangunan sebesar itu memang belum dihitung dengan rinci engineeringnya, tapi menurut proposal, pembangunan akan lebih mudah bila cerobong itu dibangun dengan sumbu pancang berupa gunung, tebing, atau yang semisalnyaRata Penuh

untuk merealisasikan idenya, Mr Michael Pesochinsky telah berkeliling mencari dukungan dana, termasuk ke Bill Gates foundation. Akan tetapi, ditolak mentah-mentah dengan alasan pihak Bill Gates foundation tidak mau mendanai proyek untuk kepentingan pribadi (lebih mending mengembangkan xbox360 ya, biar bisa dipakai main tembak-tembak-an). Mr Michael Pesochinsky jadi bete sambil bilang 'ampun dah, global warming dianggap kepentingn pribadi'

too good to be true? memang klaim2 perhitungan di atas belum tentu benar sih, ada jg yang membantahnya, baik konsep maupun perhitungannya

BTW, niat & idenya kreatif juga
mari kita beri apresiasi atas ide & usahanya Mr Michael Pesochinsky dengan mengasih pisang epe'

sumber: www.superchimney.org

Baca Selengkapnya......

Mata

Mata adalah salah satu karunia yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai makhluk ciptaan-NYA. Mata merupakan indera penglihatan yang sangat penting dan harus kita syukuri itu. Berbahagialah bagi Anda yang memilki sepasang mata yang masih berfungsi dengan baik, sebab di luar sana mungkin ada saudara kita yang mengalami kerusakan, kelainan, bahkan kebutaan pada matanya. Kita harus bersyukur atas nikmat Tuhan yang luar biasa ini.

Anyway, berbicara soal mata, kadang kala mata kita mengalami ‘penafsiran’ yang aneh atau mengalami ‘ilusi’ pada objek pandang tertentu. Beberapa benda, khususnya gambar atau lukisan terkadang memberikan suatu efek tertentu, katakanlah dalam topik pembahasan ini adalah efek ilusi.

Perhatikan gambar-gambar berikut ini. Gambar-gambar ini bukanlah flash atau file animasi ber-ekstensi GIF atau sejenisnya. Ini hanya gambar flat (JPEG) biasa yang karena ilusi sudut pandang dari mata Anda menjadi terlihat seperti bergerak. Singkatnya gambar ini memiliki efek ilusi pada saat mata kita melihatnya. Perhatikan dengan baik gambar ini, pasti Anda akan melihat seolah-olah gambar tersebut bergerak atau bergoyang.

Cobalah Anda lihat gambar berikut ini dari berbagai sudut pandang :

Cobalah baca tulisan di gambar berikut ini :

Nah, kalau yang ini coba gerakkan mata Anda di sekeliling gambarnya

Well, apakah Anda merasakan ada sesuatu yang aneh pada gambar tersebut. Apakah gambarnya seolah-olah bergerak atau bergoyang-goyang. Iyah, itulah yang namanya ilusi mata pada gambar. Kalau ada yang tidak bisa melihat ’sesuatu’ yang aneh pada gambar tersebut, saya sarankan agar segera periksa matanya, karena mata yang normal pasti melihat ada sesuatu yang terjadi pada gambar-gambar di atas.

Terima Kasih

-Wassalam-

Cupi Valhalla


Baca Selengkapnya......

Sabtu, Januari 09, 2010

Kelas dan Mutu Beton

  1. Beton Kelas I

Beton kelas I adalah beton untuk pekerjaan-pekerjaan non struktural yang pelaksanaannya tidak diperlukan keahlian khusus. Pengawasan mutu hanya dibatasi pada pengawasan ringan terhadap mutu bahan-bahan, sedangkan terhadap kekuatan tekan tidak disyaratkan. Pemeriksaan mutu beton kelas I dinyatakan dengan Bo.

  1. Beton Kelas II

Beton kelas II adalah beton untuk pekerjaan struktural secara umum. Pelaksanaannya memerlukan keahlian yang cukup dan harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga ahli beton kelas II dibagi dalam mutu-mut standart B1, K125, K175, K225. Pengawasan mutu terdiri dari pengawasan yang ketat terhadap bahan-bahan dengan keharusan untuk memeriksa beton secara kontinyu kecuali H1.

  1. Beton Kelas III

Beton kelas III adalah beton untuk pekerjaan-pekerjaan struktural dimana dipakai mutu beton dengan kekuatan tekan lebih tinggi dari K125 kg/cm2. Dalam pelaksanaannya memerlukan keahlian khusus dan memerlukan laboratorium dengan peralatan yang lengkap yang dilayani tenaga-tenaga ahli yang dapat melakukan pengawasan mutu beton secara kontinyu.

Baca Selengkapnya......